Rabu, 04 Desember 2013

Misteri Nyi Roro Kidul

   Assalamualaikum Wr.Wb salam sejahtera,,
 Hai semua berjumpa lagi nih sama saya Sang pemburu jejak misterius hehe,,!!:p
Pada sehat2 nihh yah  so pasti dongg hehe,kali ini   kita akan membahas tentang mitos yang melegenda tidak lain dan tidak bukan yaitu "Nyi Roro Kidul sang Ratu Penguasa pantai selatan" yg  Pada saat ini Masih menjadi Misteri yg belum terpecahkan, ,kita langsung aj :p

Come on ;   VVVVVVVVVVVVVVV

Kisah hidup Nyi Roro Kidul,

     


    Di suatu masa, hiduplah seorang putri cantik bernama Kadita. Karena kecantikannya, ia pun dipanggil Dewi Srengenge yang berarti matahari yang indah. Dewi Srengenge adalah anak dari Raja Munding Wangi. Meskipun sang raja mempunyai seorang putri yang cantik, ia selalu bersedih karena sebenarnya ia selalu berharap mempunyai anak laki-laki. Raja pun kemudian menikah dengan Dewi Mutiara, dan mendapatkan putra dari perkimpoian tersebut. Maka, bahagialah sang raja.

Dewi Mutiara ingin agar kelak putranya itu menjadi raja, dan ia pun berusaha agar keinginannya itu terwujud. Kemudian Dewi Mutiara datang menghadap raja, dan meminta agar sang raja menyuruh putrinya pergi dari istana. Sudah tentu raja menolak. “Sangat menggelikan. Saya tidak akan membiarkan siapapun yang ingin bertindak kasar pada putriku”, kata Raja Munding Wangi. Mendengar jawaban itu, Dewi Mutiara pun tersenyum dan berkata manis sampai raja tidak marah lagi kepadanya. Tapi walaupun demikian, dia tetap berniat mewujudkan keinginannya itu.

Pada pagi harinya, sebelum matahari terbit, Dewi Mutiara mengutus pembantunya untuk memanggil seorang dukun. Dia ingin sang dukun mengutuk Kadita, anak tirinya. “Aku ingin tubuhnya yang cantik penuh dengan kudis dan gatal-gatal. Bila engkau berhasil, maka aku akan memberikan suatu imbalan yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya.” Sang dukun menuruti perintah sang ratu. Pada malam harinya, tubuh Kadita telah dipenuhi dengan kudis dan gatal-gatal. Ketika dia terbangun, dia menyadari tubuhnya berbau busuk dan dipenuhi dengan bisul. Puteri yang cantik itu pun menangis dan tak tahu harus berbuat apa.

Ketika Raja mendengar kabar itu, beliau menjadi sangat sedih dan mengundang banyak tabib untuk menyembuhkan penyakit putrinya. Beliau sadar bahwa penyakit putrinya itu tidak wajar, seseorang pasti telah mengutuk atau mengguna-gunainya. Masalah pun menjadi semakin rumit ketika Ratu Dewi Mutiara memaksanya untuk mengusir puterinya. “Puterimu akan mendatangkan kesialan bagi seluruh negeri,” kata Dewi Mutiara. Karena Raja tidak menginginkan puterinya menjadi gunjingan di seluruh negeri, akhirnya beliau terpaksa menyetujui usul Ratu Mutiara untuk mengirim putrinya ke luar dari negeri itu.

Puteri yang malang itu pun pergi sendirian, tanpa tahu kemana harus pergi. Dia hampir tidak dapat menangis lagi. Dia memang memiliki hati yang mulia. Dia tidak menyimpan dendam kepada ibu tirinya, malahan ia selalu meminta agar Tuhan mendampinginya dalam menanggung penderitaan..

Hampir tujuh hari dan tujuh malam dia berjalan sampai akhirnya tiba di Samudera Selatan. Dia memandang samudera itu. Airnya bersih dan jernih, tidak seperti samudera lainnya yang airnya biru atau hijau. Dia melompat ke dalam air dan berenang. Tiba-tiba, ketika air Samudera Selatan itu menyentuh kulitnya, mukjizat terjadi. Bisulnya lenyap dan tak ada tanda-tanda bahwa dia pernah kudisan atau gatal-gatal. Malahan, dia menjadi lebih cantik daripada sebelumnya. Bukan hanya itu, kini dia memiliki kuasa untuk memerintah seisi Samudera Selatan. Kini ia menjadi seorang peri yang disebut Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Samudera Selatan yang hidup selamanya.

Fakta unik Nyi Roro Kidul

   “Istri spiritual” bagi Raja-raja Mataram
Ratu Laut Selatan adalah tokoh legenda yang sangat populer di kalangan masyarakat penghuni Pulau Jawa dan Bali. Kepercayaan akan adanya penguasa lautan di selatan Jawa (Samudera Hindia) dikenal terutama oleh suku Sunda dan suku Jawa. Orang Bali juga meyakini adanya kekuatan yang menguasai pantai selatan ini.Kalangan masyarakat Sunda menganggap bahwa Ratu Laut Selatan, dikenal sebagai Ratu Kidul, merupakan titisan dari seorang putri Pajajaran yang bunuh diri di laut selatan karena diusir oleh keluarganya. Alasan pengusiran adalah karena ia menderita penyakit yang membuat anggota keluarga lainnya malu. namun demikian Tidak diketahui dengan pasti sejak kapan legenda ini dikenal. Namun demikian, legenda mengenai penguasa mistik pantai selatan mencapai tingkat tertinggi pada keyakinan yang dikenal di kalangan penguasa kraton dinasti Mataram (Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta) bahwa penguasa pantai selatan, Kanjeng Ratu Kidul,adalah merupakan “istri spiritual” bagi raja-raja di kedua kraton tersebut.

Raja yang pertama menyunting Ratu Kidul
Panembahan Senapati adalah orang pertama yang disebut sebagai raja yang menyunting Sang Ratu Kidul. Dari kepercayaan ini diciptakan Tari Bedaya Ketawang dari kraton Kasunanan Surakarta (pada masa Sunan Pakubuwana I), yang digelar setiap tahun, yang dipercaya sebagai persembahan kepada Kanjeng Ratu Kidul.(Naskah tertua yang menyebut-nyebut tentang tokoh mistik ini adalah Babad Tanah Jawi)

Larangan berpakaian hijau
Peringatan selalu diberikan kepada orang yang hendak berkunjung ke pantai selatan khusunya pantai Parangtritis dan Parangkusumo untuk tidak mengenakan pakaian berwarna hijau. sebab menurut beberapa mitos yang beredar Mereka bisa menjadi sasaran Nyai Rara Kidul untuk dijadikan sebagai tentara atau pelayannya.


Kamar 327 dan 2401
Pemilik hotel yang berada di kawasan pantai selatan Jawa dan Bali biasanya akan menyediakan ruang khusus bagi Sang Ratu pantai selatan. Yang paling terkenal adalah Kamar no.327 dan no.2401 di Hotel Grand Bali Beach. sebuah fakta unik pernah terjadi Kamar 327 adalah satu-satunya kamar yang tidak terbakar pada saat peristiwa kebakaran besar Januari 1993. Setelah pemugaran, Kamar 327 dan 2401 selalu dirawat, diberi hiasan ruangan dengan warna hijau, diberi suguhan (sesaji) setiap hari, namun tidak untuk dihuni dan khusus dipersembahkan bagi Ratu Kidul.

Hal yang sama juga dilakukan di Hotel Samudra Beach di Pelabuhan Ratu. Kamar 308 direservasi khusus bagi Ratu Kidul. Di dalam ruangan ini terpajang beberapa lukisan Kanjeng Ratu Kidul karya pelukis Basoeki Abdullah.
Hotel Queen of The South di dekat Parangtritis mereservasi Kamar 33 bagi Sang Kanjeng Ratu Pantai Selatan.
Kesaksian orang yg konon pernah bertemu  langsung dengan Nyiroro kidul 
        
     percaya gx percaya sih ada  beberapa orang yg mengaku pernah bertemu langsung dengan Nyi Roro Kidul 
langsung aja nihh

.Naomi Angelia

      Terlahir dengan nama lengkap Naomi Angelia pada 1 November 1995, Naomi mengaku lebih senang bercengkerama dengan orang-orang dewasa ketimbang anak-anak seumurannya. “Nggak cocok saja,” ungkap penyuka angka empat ini. Kendati demikian, anak kedua dari tiga bersaudara ini masih menampakkan sifat anak-anak dengan hobinya yang menyukai boneka Barbie.
Kelebihan Naomi yang mampu meramal masa depan mulai terlihat saat ia masih balita. Kali pertama Naomi mampu melihat apa yang terjadi di masa mendatang terjadi ketika ia tak sengaja melihat apa yang terjadi dengan salah satu teman ibunya. “Tante, awas hati-hati nanti mau jatuh,” ungkap Naomi tak sengaja ketika bertemu dengan salah satu teman ibunya tersebut. Ucapan yang keluar dari anak-anak tentunya tak dihiraukan oleh teman ibunya itu. Selang beberapa lama kemudian, ternyata ucapan Naomi menjadi kenyataan. Teman ibunya itu terjatuh dari motor yang dikendarainya dan mengalami patah tulang. “Jadi sekarang aku takut, kalau yang jelek-jelek aku nggak kasih tahu,” tutur Naomi yang kerap menghabiskan waktunya berjam-jam di depan internet ini. Sejak saat itulah, pihak keluarga terutama sang ibu, menyadari bahwa ada keistimewaan yang dimiliki Naomi.
Kejadian serupa juga terjadi tatkala sang ayah dan neneknya meninggal. Sebelum dua kejadian itu, Naomi sudah mengetahuinya terlebih dahulu. Bahkan, sebelum neneknya meninggal, Naomi pernah memberitahu sang ibu. “Sudah waktunya, mah,” ujar Naomi kala itu.
Pada awalnya, Naomi mengaku tak mampu mengendalikan kemampuan melihat masa depan orang. Ia selalu mengumbar-umbar apapun yang terjadi di masa mendatang kepada orang bersangkutan. Tak terkecuali, hal buruk sekalipun termasuk kematian atau bencana. Akibatnya, sebagian besar orang yang diramal Naomi merasa tertekan dengan ramalannya tersebut. Akan tetapi, seiring dengan bertambahnya umur Naomi, ia berusaha untuk berkonsentrasi lebih agar menahan segala macam ramalan yang ia lontarkan.
Layaknya Menonton Film. Sang ibu, Irma sempat merasa penasaran dengan kondisi Naomi. Rasa penasaran tersebut lantas mendorong dirinya untuk membawa Naomi ke Singapura agar mendapatkan pemeriksaan secara medis. “Kata dokter, otak Naomi selalu bekerja lebih dari anak biasa,” aku Irma. Dokter pun memvonis Naomi sebagai anak indigo. Sekembalinya ke tanah air, Naomi menjalani terapi untuk lebih dapat mengendalikan kemampuannya tersebut. “Kata dokter sih akibat dari radiasi ketika saya hamil,” kenang Irma.
Cara Naomi ketika melihat ramalan masa depan dari seseorang diibaratkannya dengan menonton film. “Kayak nonton film saja,” ungkap Naomi. Apapun yang terjadi di masa depan seseorang dapat terlihat dengan jelas oleh Naomi. Terbukti, saat terjadi gempa di daerah Sulawesi Utara pada pertengahan Februari lalu, Naomi pernah meramalkan sebelumnya. Begitu pula, terjadinya kebakaran di stasiun pengisian premium di Plumpang, Jakarta Utara. “Kebakaran di Plumpang itu terjadi sengaja oleh orang yang nggak suka,” tuturnya dengan yakin.
Memiliki kelebihan meramal masa depan, membuatnya banyak dikunjungi orang. Kebanyakan dari mereka menanyakan tentang nasibnya di masa mendatang. “Biasanya sih jodoh, karir, dan bisnis,” ujar Naomi dengan polosnya. Kendati begitu, bila orang itu mendapatkan kesulitan dalam hidupnya, ia mengaku tak memberikan solusi berupa syarat sebagaimana paranormal atau dukun. Ia hanya menyarankan kepada pelanggannya untuk lebih banyak mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui doa-doa tertentu.
Karena memiliki kelebihan meramal masa depan, Naomi berkesempatan untuk bertemu dengan Mama Lauren. Bahkan, Mama Lauren sendiri yang mengakui bahwa Naomi memang memiliki kelebihan seperti dirinya. Kedekatan keduanya hingga kini semakin terjalin dengan baik. Alhasil, Mama Lauren pun sudah menganggap Naomi sebagai cucunya sendiri. Selain mampu melihat masa depan seseorang, Naomi juga mampu melihat kehadiran makhluk halus yang tak bisa dilihat oleh orang biasa. “Mereka (makhluk halus, red) itu bentuknya selalu berubah-ubah,” ungkap Naomi. “Sebenarnya mereka itu adalah jin pendamping manusia,” lanjutnya menjelaskan.
Gunung Srandil. Tak hanya itu saja, dengan mememiliki keistimewaan itu pula, Naomi sempat bertemu Ratu Pantai Selatan, sang penguasa pantai selatan. Pengalaman itu bermula sekitar tujuh bulan lalu, Naomi bermimpi didatangi oleh pria tua yang menyuruhnya untuk datang ke Gunung Srandil. “Pria tua nggak dikenal itu nyuruh aku ke Gunung Srandil untuk menjalani beberapa ritual,” kenang penyuka olahraga berenang dan game online ini. Setelah menjalani beberapa ritual, Naomi pun kembali ke Jakarta. Akan tetapi, Naomi diperintahkan untuk kembali lagi pada tanggal 13 Agustus 2008 untuk mengambil barang dari Ratu Pantai Selatan.
Namun, karena telat pada tanggal yang sudah ditentukan, ia tak jua kembali ke Gunung Srandil, ia kembali bermimpi didatangi oleh pria tua. Dalam mimpinya tersebut, Naomi diharuskan mengambil barang titipan Ratu Kidul. “Barang itu berupa bola kristal,” lanjutnya singkat.
Dengan berbekal mimpi itulah, Naomi dengan ditemani oleh ibu dan asistennya mencoba untuk kembali mendatangi Gunung Srandil. Tak disangka, di tempat keramat tersebut, Naomi telah ditunggu oleh sang juru kunci. “Kamu sudah ditunggu ratu,” ujar Naomi menirukan ucapan si juru kunci. Naomi lantas pergi ke Pantai dan mulai duduk menghadap laut. Ia diharuskan untuk pergi ke Grogo Sukmo, sebuah tempat di mana Ratu Pantai Selatan tinggal. “Kamu nggak boleh rakus, karena nanti kamu nggak akan balik lagi kalau rakus,” tutur si juru kunci.
Setelah melakukan ritual yang diharuskan oleh sang juru kunci, Naomi pun seolah-olah dibawa ke sebuah tempat yang asing. “Antara sadar dan nggak,” ungkap Naomi yang mampu membaca buku bacaan tebal hanya dalam hitungan menit ini. Tibalah Naomi di sebuah istana yang indah dan megah. Perasaannya campur aduk saat berada di tempat tersebut. Ia pun seakan-akan tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat itu. Di tempat itu, Naomi bertemu dengan seorang kakek berpakaian adat Jawa dan memberikan banyak pilihan barang yang harus dipilih Naomi. Sesuai pesan di mimpinya, ia pun memilih sebuah bola kristal. “Karena aku harus memilih bola kristal, makanya aku hanya memilih bola kristal itu,” kenang Naomi yang bercita-cita menjadi penasihat presiden ini.
Sesaat kemudian, Naomi pun langsung tersadar dan mendapati dirinya masih berada di tepi pantai. Sebuah bola kristal ada dalam genggamannya. Setelah bertemu dengan penguasa pantai Selatan, Naomi juga diharuskan untuk mengambil kembang Wijaya Kusuma di sebuah pulau tak berpenghuni yang letaknya tak jauh dari Pulau Nusakambangan. “Pulau itu ada kalau air laut surut, tapi menghilang kalau air sedang pasang,” jelasnya. Kembang Wijaya Kusuma itu lantas dibawanya pulang tanpa mengetahui kegunaannya. Seperti dituturkan Naomi, bunga Wijaya Kusuma itu hanya dimiliki oleh tiga orang termasuk Naomi sendiri. “Salah satunya ada di Cendana, dan satunya lagi ada di Semarang di kediaman seorang Romo,” ungkap Naomi.
Ratu Pantai Selatan. Selang beberapa bulan kemudian, Naomi ternyata kembali diharuskan pergi ke Pelabuhan Ratu tepatnya di sebuah kamar hotel tempat bersemayamnya Ratu Pantai Selatan. Sesaat kemudian, muncullah sosok wanita anggun nan cantik keluar dari sebuah ruangan. Dengan mengenakan pakaian layaknya permaisuri kerajaan, wanita itu memperkenalkan diri sebagai Ratu Pantai Selatan, sang penguasa pantai selatan. “Sosok ibu ratu itu cantik,” aku Naomi.
Pada pertemuan antara keduanya, Sang Ratu banyak berpesan kepada Naomi. “Saya nggak boleh sombong, nggak boleh memihak,” ujar Naomi dengan polosnya. “Ibu Ratu itu penguasa pantai Selatan, tapi Nyi Roro Kidul itu adalah orang yang mengorbankan dirinya ke laut,” tutur Naomi menjelaskan. Menurutnya pula, sosok yang kerap memakan korban di pantai itu bukanlah Ratu Kidul melainkan Nyi Roro Kidul dan Nyi Blorong, yang juga menguasai beberapa daerah di sepanjang pantai Selatan. “Ibu Ratu itu muslim loh, sebangsa jin,” ujar Naomi yang tak bisa menulis tangan ini. Pertemuan dengan Ibu Ratu tak hanya berlangsung sekali saja, tapi sempat terjadi beberapa kali. Bahkan Naomi mengaku bahwa ia sendiri sudah diaku sebagai anak oleh sosok Ratu Kidul.

 Tumbal Pantai Selatan

Tengggelamnya kapal imigran asal Timur Tengah di Pantai Prigi, Watu Limo Trenggalek, Jawa Timur, menyisakan cerita mistis yang mengerikan. Katanya, mereka yang jadi korban tenggelam itu telah jadi tumbal kerajaan gaib Pantai Laut Selatan.

Tenggelamnya kapal fiber yang ditumpangi 215 imigran itu kemungkinan karena pengaruh cuaca buruk. Sebagian lagi menyebut karena jumlah penumpang yang over kapasitas, dimana seharusnya kapal hanya mampu menampung 100 orang penumpang.

Tapi semua tudingan ini ternyata di mentahkan oleh sejumlah spiritualis. Salah satunya, spiritualis bernama Mochammad Mukayani, asal Blitar, Jawa Timur. Menurut Mukayani, apa yang terjadi dengan kapal itu tak lepas dari pengaruh Bulan Suro yang sangat sakral bagi masyarakat Jawa. “ Karena memang di bulan inilah, Kanjeng Nyi Roro Kidul selalu punya gawe. Jadi mereka memang sengaja ditumbalkan,” ujar Mukayani kepada KISAH NYATA. Mukayani bahkan menyebut, kematian ratusan imigran gelap yang berencana mencari suaka politik ke Australia itu jauh-jauh hari sudah bisa diketahui sebelumnya. Sebagai seorang spiritualis, Mukayani pernah melakukan dialog dengan Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Selatan. Dialog diadakan di Pantai Tambak, Blitar Selatan. Dalam pertemuan gaib itu, Nyi Roro Kidul tidak tampak seperti biasanya. Dia sedih dan terlihat murung.

“Beberapa kali saya tanya ada apa Kanjeng ? Tapi beliaunya tidak langsung menjawab. Masih tetap diam dan terlihat sedih," kata Mukayani, yang mengaku sempat heran melihat keadaan Nyi Roro Kidul yang tidak seperti biasa.

Tak lama kemudian, Nyi Roro Kidul bercerita. Dihadapan Mukayani, dia mengatakan, jika dalam waktu dekat akan ada tsunami yang bakal menghancurkan sebagian wilayah pesisir Selatan Jawa. “ Katanya, tsunami ini akan lebih dahsyat dari tsunami di Aceh tahun 2004,” ujarnya. Untuk mencegah tsunami dahsyat, maka Nyi Roro Kidul membutuhkan jumlah tumbal yang juga besar. Artinya tumbal nyawa manusia yang lebih banyak dari biasanya. “Karena setiap Bulan Suro pasti ada tumbal, pasti ada orang yang tewas di Laut Selatan. Tapi khusus untuk saat ini, Nyi Roro Kidul minta tumbal yang banyak untuk menahan tsunami agar jangan sampai terjadi,” terang Mukayani.

Mendengar ucapan Nyi Roro Kidul, Mukayani sempat miris. Dia tak tega jika akhirnya harus banyak nyawa yang terbuang. Oleh sebab itulah, dia sempat menawarkan agar Nyi Roro Kidul mengganti tumbal manusia dengan yang lainnya. “Tapi waktu itu beliau menolak. Katanya,tanpa tumbal manusia,maka tidak akan mampu menahan gemburan tsunami. Sebab,nantinya korban itu akan diletakan ditempat-tempat khusus untuk menjaga terjangan ombak,”kata Mukayani yang pernah dinobatkan sebagai supranatural terbaik tahun 2008 ini.

Hasil pertemuan ini akhirnya membuat Mukayani sedih. Sebab kenyataannya,Nyi Roro Kidul tetap tidak bergeming.Dia tetap ingin menumbalkan manusia dalam jumlah besar. Karena kehabisan akal,akhirnya Mukayani menyerah.Tapi satu hal lagi,saat itu dia sempat meminta,agar Nyi Roro Kidul tidak mengambil nyawa masyarakat pribumi.Dia berharap,tumbal yang akan dikorbankan nantinya adalah orang-orang asing di luar Indonesia.”Saya bilang kepada beliau,carilah orang yang ada diluar sana,jangan warga sendiri.Dan akhirnya dia memilih para imigran gelap asal Timur Tengah itu.”

Jadi apa yang terjadi dengan kematian para imigran gelap dari iran itu memang sudah saya prediksi sebelumnya,”terang Mukayani,yang mengaku senang akhirnya Nyi Roro Kidul menepati keinginannya.


TUMBAL SUSULAN


Begitulah. Apa yang sempat dibicarakan Mukayani dengan Nyi Roro Kidul,benar-benar terjadi.Sabtu,17 Desember 2011 pukul 15.00 WIB,kapal fiber yang ditumpangi 215 imigran gelap asal Timur Tengah,porak poranda diterjang ombak Laut Selatan,setinggi 10 meter. Peristiwa ini,sontak menewaskan ratusan penumpangnya.Mereka kocar-kacir,dibawa arus ombak.Beberapa diantaranya ditemukan selamat.Tapi sebagiaan lagi tewas mengenaskan.Bahkan banyak diantaranya yang ditemukan dalam keadaan tubuh sudah membusuk dan rusak. “Malah ada yang sudah tidak bisa dikenali lagi,karena beberapa bagiaan tubuhnya hilang dimakan ikan,”tutur Mukayani. Dari kacamata spiritual,menurut Mukayani,para imigran gelap yang tewas ini,ternyata sudah menjadi penghuni alam gaib di kerajaan Lau Selatan.Beberapa diantaranya,kini telah menjadi pasukan Nyi Roro Kidul yang ditempatkan di beberapa wilayah untuk menjaga agar tidak terjadi tsunami. Mereka menjaga wilayah pesisir,mulai Pantai Pangandaran Cilacap,hingga beberapa pantai di Bali.Tentunya dengan pakaian lengkap ala kerajaan.”Jadi mayatnya ditemukan dalam keadaan utuh atau tidak,itu sebenarnya tak ada gunanya.Sebab mereka sudah hidup di alam gaib, menjadi penghuni Kerajaan Laut Selatan,”tukas Mukayani,yang tak bermaksud mengecilkan semangat para tim SAR yang masih terus melakukan pencarian ke beberapa tempat di laut Selatan.

Belum lama ini Mukayani juga sempat melakukan dialog kembali dengan Nyi Roro Kidul.Dan waktu itu penguasa Laut Selatan merasa senang. “Yang pertama senang karena dapat tumbal sesuai jumlah yang diinginkan.Selain itu juga senang karena jauh melebihi ukuran tubuh warga pribumi.Bahkan mereka kini dijadikan pasukan inti di Kerajaan Laut Selatan,”tandasnya. Meski saat ini tumbal sudah didapatkan,namun bukan berarti Nyi Roro Kidul berhenti untuk mencari tumbal baru.Karena itulah,Mukayani meminta agar masyarakat,khususnya para nelayan dan warga pesisir berhati-hati,agar tidak menjadi tumbal susulan berikutnya. “Kodisi alam,khususnya Laut Selatan,sekarang ini masih belum stabil.Oleh sebab itu,masyarakat saya harap tetap waspada.Jika memang harus ke laut karena pekerjaan,seperti misalnya nelayan,supaya berhati-hati.Dan ingat,jangan berkata-kata tidak pantas atau melamun,saat berada di laut,kalau nggak ingin celaka,”pesan Mukayani.


LARUNG SESAJI


Selain meminta masyarakat waspada,Mukayani juga berharap kepada para pemerintah daerah,khususnya di wilayah-wilayah yang dilalui Laut Selatan,untuk memberikan tumbal sesaji.”Sekarang ini jarang sekali dilakukan acara larung sesaji.Padahal itu sangat penting.Tujuannya,agar warga di pesisir,mendapat perlindungan dari Nyi Roro Kidul,jika sewaktu-waktu alam murka seperti ini,”ujarnya. Upacara larung sesaji sendiri,diakui Mukayani sebenarnya sudah menjadi tradisi turun temurun bagi masyarakat Jawa.Namun sejak beberapa tahun terakhir,acara sakral ini mulai ditinggalkan oleh sejumlah daerah. “Bentuk upacara larung sendiri bermacam-macam.Tapi umumnya menggunakan kepala kerbau yang diberi beberapa piranti ritual lainnya.Semua itu kemudian dilarungkan ke laut,sebagai wujud persembahan kepada Nyi Roro Kidul,yang menjadi penguasa gaib di Kerajaan Laut Selatan,”terang Mukayani,seraya menambahkan jika acara seperti ini seharusnya rutin dilakukan setiap memasuki Bulan Suro,pada penanggalan Jawa.

     
        Nahh hanya itu yg saya ketahui yg pasti ddari berbagai sumber di Google tentang adanya Mitos tentang Ratu Penguasa pantai selatan yg kisah nya fenomenal Sepanjang masa baik di Indonesia maupun Manca Negara,
waulahualam Semua kembali ke kepercayaan masing-masing namun yang perlu di ingat Tiada daya dan kekuatan yg besar kecuali Kekuatan Tuhan yang maha esa,,!! saya akhiri  wassallamualaikum.Wr.Wb salam sejahtera tuk semuanya Good bye,!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar