Hai semua berjumpa lagi nih sama saya Sang pemburu jejak misterius hehe,,!!:p
Pada sehat2 nihh yah so pasti dongg hehe,kali ini kita akan membahas tentang mitos yang melegenda tidak lain dan tidak bukan yaitu "Nyi Roro Kidul sang Ratu Penguasa pantai selatan" yg Pada saat ini Masih menjadi Misteri yg belum terpecahkan, ,kita langsung aj :p
Come on ; VVVVVVVVVVVVVVV
Kisah hidup Nyi Roro Kidul,
Di suatu masa, hiduplah seorang putri cantik bernama Kadita. Karena kecantikannya, ia pun dipanggil Dewi Srengenge yang berarti matahari yang indah. Dewi Srengenge adalah anak dari Raja Munding Wangi. Meskipun sang raja mempunyai seorang putri yang cantik, ia selalu bersedih karena sebenarnya ia selalu berharap mempunyai anak laki-laki. Raja pun kemudian menikah dengan Dewi Mutiara, dan mendapatkan putra dari perkimpoian tersebut. Maka, bahagialah sang raja.
Dewi Mutiara ingin agar kelak putranya itu menjadi raja, dan ia pun berusaha agar keinginannya itu terwujud. Kemudian Dewi Mutiara datang menghadap raja, dan meminta agar sang raja menyuruh putrinya pergi dari istana. Sudah tentu raja menolak. “Sangat menggelikan. Saya tidak akan membiarkan siapapun yang ingin bertindak kasar pada putriku”, kata Raja Munding Wangi. Mendengar jawaban itu, Dewi Mutiara pun tersenyum dan berkata manis sampai raja tidak marah lagi kepadanya. Tapi walaupun demikian, dia tetap berniat mewujudkan keinginannya itu.
Pada pagi harinya, sebelum matahari terbit, Dewi Mutiara mengutus pembantunya untuk memanggil seorang dukun. Dia ingin sang dukun mengutuk Kadita, anak tirinya. “Aku ingin tubuhnya yang cantik penuh dengan kudis dan gatal-gatal. Bila engkau berhasil, maka aku akan memberikan suatu imbalan yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya.” Sang dukun menuruti perintah sang ratu. Pada malam harinya, tubuh Kadita telah dipenuhi dengan kudis dan gatal-gatal. Ketika dia terbangun, dia menyadari tubuhnya berbau busuk dan dipenuhi dengan bisul. Puteri yang cantik itu pun menangis dan tak tahu harus berbuat apa.
Ketika Raja mendengar kabar itu, beliau menjadi sangat sedih dan mengundang banyak tabib untuk menyembuhkan penyakit putrinya. Beliau sadar bahwa penyakit putrinya itu tidak wajar, seseorang pasti telah mengutuk atau mengguna-gunainya. Masalah pun menjadi semakin rumit ketika Ratu Dewi Mutiara memaksanya untuk mengusir puterinya. “Puterimu akan mendatangkan kesialan bagi seluruh negeri,” kata Dewi Mutiara. Karena Raja tidak menginginkan puterinya menjadi gunjingan di seluruh negeri, akhirnya beliau terpaksa menyetujui usul Ratu Mutiara untuk mengirim putrinya ke luar dari negeri itu.
Puteri yang malang itu pun pergi sendirian, tanpa tahu kemana harus pergi. Dia hampir tidak dapat menangis lagi. Dia memang memiliki hati yang mulia. Dia tidak menyimpan dendam kepada ibu tirinya, malahan ia selalu meminta agar Tuhan mendampinginya dalam menanggung penderitaan..
Hampir tujuh hari dan tujuh malam dia berjalan sampai akhirnya tiba di Samudera Selatan. Dia memandang samudera itu. Airnya bersih dan jernih, tidak seperti samudera lainnya yang airnya biru atau hijau. Dia melompat ke dalam air dan berenang. Tiba-tiba, ketika air Samudera Selatan itu menyentuh kulitnya, mukjizat terjadi. Bisulnya lenyap dan tak ada tanda-tanda bahwa dia pernah kudisan atau gatal-gatal. Malahan, dia menjadi lebih cantik daripada sebelumnya. Bukan hanya itu, kini dia memiliki kuasa untuk memerintah seisi Samudera Selatan. Kini ia menjadi seorang peri yang disebut Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Samudera Selatan yang hidup selamanya.
Fakta unik Nyi Roro Kidul
“Istri spiritual” bagi Raja-raja Mataram
Ratu Laut Selatan adalah tokoh legenda yang sangat populer
di kalangan masyarakat penghuni Pulau Jawa dan Bali. Kepercayaan akan
adanya penguasa lautan di selatan Jawa (Samudera Hindia) dikenal
terutama oleh suku Sunda dan suku Jawa. Orang Bali juga meyakini adanya
kekuatan yang menguasai pantai selatan ini.Kalangan masyarakat Sunda
menganggap bahwa Ratu Laut Selatan, dikenal sebagai Ratu Kidul,
merupakan titisan dari seorang putri Pajajaran yang bunuh diri di laut
selatan karena diusir oleh keluarganya. Alasan pengusiran adalah karena
ia menderita penyakit yang membuat anggota keluarga lainnya malu.
namun demikian Tidak diketahui dengan pasti sejak kapan legenda ini
dikenal. Namun demikian, legenda mengenai penguasa mistik pantai
selatan mencapai tingkat tertinggi pada keyakinan yang dikenal di
kalangan penguasa kraton dinasti Mataram (Kesultanan Yogyakarta dan
Kasunanan Surakarta) bahwa penguasa pantai selatan, Kanjeng Ratu
Kidul,adalah merupakan “istri spiritual” bagi raja-raja di kedua kraton tersebut.
Raja yang pertama menyunting Ratu Kidul
Panembahan Senapati adalah orang pertama yang disebut
sebagai raja yang menyunting Sang Ratu Kidul. Dari kepercayaan ini
diciptakan Tari Bedaya Ketawang dari kraton Kasunanan Surakarta (pada
masa Sunan Pakubuwana I), yang digelar setiap tahun, yang dipercaya
sebagai persembahan kepada Kanjeng Ratu Kidul.(Naskah tertua yang
menyebut-nyebut tentang tokoh mistik ini adalah Babad Tanah Jawi)
Larangan berpakaian hijau
Peringatan selalu diberikan kepada orang yang hendak
berkunjung ke pantai selatan khusunya pantai Parangtritis dan
Parangkusumo untuk tidak mengenakan pakaian berwarna hijau. sebab
menurut beberapa mitos yang beredar Mereka bisa menjadi sasaran Nyai
Rara Kidul untuk dijadikan sebagai tentara atau pelayannya.
Pemilik hotel yang berada di kawasan pantai selatan Jawa dan
Bali biasanya akan menyediakan ruang khusus bagi Sang Ratu pantai
selatan. Yang paling terkenal adalah Kamar no.327 dan no.2401 di Hotel
Grand Bali Beach. sebuah fakta unik pernah terjadi Kamar 327 adalah
satu-satunya kamar yang tidak terbakar pada saat peristiwa kebakaran
besar Januari 1993. Setelah pemugaran, Kamar 327 dan 2401 selalu
dirawat, diberi hiasan ruangan dengan warna hijau, diberi suguhan
(sesaji) setiap hari, namun tidak untuk dihuni dan khusus
dipersembahkan bagi Ratu Kidul.
Hal yang sama juga dilakukan di Hotel Samudra Beach di Pelabuhan Ratu. Kamar 308 direservasi khusus bagi Ratu Kidul. Di dalam ruangan ini terpajang beberapa lukisan Kanjeng Ratu Kidul karya pelukis Basoeki Abdullah.
Hotel Queen of The South di dekat Parangtritis mereservasi Kamar 33 bagi Sang Kanjeng Ratu Pantai Selatan.
Kesaksian orang yg konon pernah bertemu langsung dengan Nyiroro kidul
percaya gx percaya sih ada beberapa orang yg mengaku pernah bertemu langsung dengan Nyi Roro Kidul
langsung aja nihh
.Naomi Angelia
Terlahir dengan nama lengkap Naomi Angelia pada 1 November 1995, Naomi mengaku lebih senang bercengkerama dengan orang-orang dewasa ketimbang anak-anak seumurannya. “Nggak cocok saja,” ungkap penyuka angka empat ini. Kendati demikian, anak kedua dari tiga bersaudara ini masih menampakkan sifat anak-anak dengan hobinya yang menyukai boneka Barbie.
Kelebihan Naomi yang
mampu meramal masa depan mulai terlihat saat ia masih balita. Kali
pertama Naomi mampu melihat apa yang terjadi di masa mendatang terjadi
ketika ia tak sengaja melihat apa yang terjadi dengan salah satu teman
ibunya. “Tante, awas hati-hati nanti mau jatuh,” ungkap Naomi tak
sengaja ketika bertemu dengan salah satu teman ibunya tersebut. Ucapan
yang keluar dari anak-anak tentunya tak dihiraukan oleh teman ibunya
itu. Selang beberapa lama kemudian, ternyata ucapan Naomi menjadi
kenyataan. Teman ibunya itu terjatuh dari motor yang dikendarainya dan
mengalami patah tulang. “Jadi sekarang aku takut, kalau yang jelek-jelek
aku nggak kasih tahu,” tutur Naomi yang kerap menghabiskan
waktunya berjam-jam di depan internet ini. Sejak saat itulah, pihak
keluarga terutama sang ibu, menyadari bahwa ada keistimewaan yang
dimiliki Naomi.
Kejadian serupa juga
terjadi tatkala sang ayah dan neneknya meninggal. Sebelum dua kejadian
itu, Naomi sudah mengetahuinya terlebih dahulu. Bahkan, sebelum neneknya
meninggal, Naomi pernah memberitahu sang ibu. “Sudah waktunya, mah,” ujar Naomi kala itu.
Pada awalnya, Naomi
mengaku tak mampu mengendalikan kemampuan melihat masa depan orang. Ia
selalu mengumbar-umbar apapun yang terjadi di masa mendatang kepada
orang bersangkutan. Tak terkecuali, hal buruk sekalipun termasuk
kematian atau bencana. Akibatnya, sebagian besar orang yang diramal
Naomi merasa tertekan dengan ramalannya tersebut. Akan tetapi, seiring
dengan bertambahnya umur Naomi, ia berusaha untuk berkonsentrasi lebih
agar menahan segala macam ramalan yang ia lontarkan.
Layaknya Menonton Film. Sang
ibu, Irma sempat merasa penasaran dengan kondisi Naomi. Rasa penasaran
tersebut lantas mendorong dirinya untuk membawa Naomi ke Singapura agar
mendapatkan pemeriksaan secara medis. “Kata dokter, otak Naomi selalu
bekerja lebih dari anak biasa,” aku Irma. Dokter pun memvonis Naomi
sebagai anak indigo. Sekembalinya ke tanah air, Naomi menjalani terapi
untuk lebih dapat mengendalikan kemampuannya tersebut. “Kata dokter sih akibat dari radiasi ketika saya hamil,” kenang Irma.
Cara Naomi ketika melihat ramalan masa depan dari seseorang diibaratkannya dengan menonton film. “Kayak
nonton film saja,” ungkap Naomi. Apapun yang terjadi di masa depan
seseorang dapat terlihat dengan jelas oleh Naomi. Terbukti, saat terjadi
gempa di daerah Sulawesi Utara pada pertengahan Februari lalu, Naomi
pernah meramalkan sebelumnya. Begitu pula, terjadinya kebakaran di
stasiun pengisian premium di Plumpang, Jakarta Utara. “Kebakaran di
Plumpang itu terjadi sengaja oleh orang yang nggak suka,” tuturnya dengan yakin.
Memiliki kelebihan
meramal masa depan, membuatnya banyak dikunjungi orang. Kebanyakan dari
mereka menanyakan tentang nasibnya di masa mendatang. “Biasanya sih
jodoh, karir, dan bisnis,” ujar Naomi dengan polosnya. Kendati begitu,
bila orang itu mendapatkan kesulitan dalam hidupnya, ia mengaku tak
memberikan solusi berupa syarat sebagaimana paranormal atau dukun. Ia
hanya menyarankan kepada pelanggannya untuk lebih banyak mendekatkan
diri kepada Sang Pencipta melalui doa-doa tertentu.
Karena memiliki
kelebihan meramal masa depan, Naomi berkesempatan untuk bertemu dengan
Mama Lauren. Bahkan, Mama Lauren sendiri yang mengakui bahwa Naomi
memang memiliki kelebihan seperti dirinya. Kedekatan keduanya hingga
kini semakin terjalin dengan baik. Alhasil, Mama Lauren pun sudah
menganggap Naomi sebagai cucunya sendiri. Selain mampu melihat masa
depan seseorang, Naomi juga mampu melihat kehadiran makhluk halus yang
tak bisa dilihat oleh orang biasa. “Mereka (makhluk halus, red)
itu bentuknya selalu berubah-ubah,” ungkap Naomi. “Sebenarnya mereka
itu adalah jin pendamping manusia,” lanjutnya menjelaskan.
Gunung Srandil. Tak
hanya itu saja, dengan mememiliki keistimewaan itu pula, Naomi sempat
bertemu Ratu Pantai Selatan, sang penguasa pantai selatan. Pengalaman
itu bermula sekitar tujuh bulan lalu, Naomi bermimpi didatangi oleh pria
tua yang menyuruhnya untuk datang ke Gunung Srandil. “Pria tua nggak dikenal itu nyuruh aku ke Gunung Srandil untuk menjalani beberapa ritual,” kenang penyuka olahraga berenang dan game online
ini. Setelah menjalani beberapa ritual, Naomi pun kembali ke Jakarta.
Akan tetapi, Naomi diperintahkan untuk kembali lagi pada tanggal 13
Agustus 2008 untuk mengambil barang dari Ratu Pantai Selatan.
Namun, karena telat pada
tanggal yang sudah ditentukan, ia tak jua kembali ke Gunung Srandil, ia
kembali bermimpi didatangi oleh pria tua. Dalam mimpinya tersebut,
Naomi diharuskan mengambil barang titipan Ratu Kidul. “Barang itu berupa
bola kristal,” lanjutnya singkat.
Dengan berbekal mimpi
itulah, Naomi dengan ditemani oleh ibu dan asistennya mencoba untuk
kembali mendatangi Gunung Srandil. Tak disangka, di tempat keramat
tersebut, Naomi telah ditunggu oleh sang juru kunci. “Kamu sudah
ditunggu ratu,” ujar Naomi menirukan ucapan si juru kunci. Naomi lantas
pergi ke Pantai dan mulai duduk menghadap laut. Ia diharuskan untuk
pergi ke Grogo Sukmo, sebuah tempat di mana Ratu Pantai Selatan tinggal. “Kamu nggak boleh rakus, karena nanti kamu nggak akan balik lagi kalau rakus,” tutur si juru kunci.
Setelah melakukan ritual
yang diharuskan oleh sang juru kunci, Naomi pun seolah-olah dibawa ke
sebuah tempat yang asing. “Antara sadar dan nggak,” ungkap
Naomi yang mampu membaca buku bacaan tebal hanya dalam hitungan menit
ini. Tibalah Naomi di sebuah istana yang indah dan megah. Perasaannya
campur aduk saat berada di tempat tersebut. Ia pun seakan-akan tak
percaya dengan apa yang dilihatnya saat itu. Di tempat itu, Naomi
bertemu dengan seorang kakek berpakaian adat Jawa dan memberikan banyak
pilihan barang yang harus dipilih Naomi. Sesuai pesan di mimpinya, ia
pun memilih sebuah bola kristal. “Karena aku harus memilih bola kristal,
makanya aku hanya memilih bola kristal itu,” kenang Naomi yang
bercita-cita menjadi penasihat presiden ini.
Sesaat kemudian, Naomi
pun langsung tersadar dan mendapati dirinya masih berada di tepi pantai.
Sebuah bola kristal ada dalam genggamannya. Setelah bertemu dengan
penguasa pantai Selatan, Naomi juga diharuskan untuk mengambil kembang Wijaya Kusuma
di sebuah pulau tak berpenghuni yang letaknya tak jauh dari Pulau
Nusakambangan. “Pulau itu ada kalau air laut surut, tapi menghilang
kalau air sedang pasang,” jelasnya. Kembang Wijaya Kusuma itu lantas dibawanya pulang tanpa mengetahui kegunaannya. Seperti dituturkan Naomi, bunga Wijaya Kusuma
itu hanya dimiliki oleh tiga orang termasuk Naomi sendiri. “Salah
satunya ada di Cendana, dan satunya lagi ada di Semarang di kediaman
seorang Romo,” ungkap Naomi.
Ratu Pantai Selatan. Selang
beberapa bulan kemudian, Naomi ternyata kembali diharuskan pergi ke
Pelabuhan Ratu tepatnya di sebuah kamar hotel tempat bersemayamnya Ratu
Pantai Selatan. Sesaat kemudian, muncullah sosok wanita anggun nan
cantik keluar dari sebuah ruangan. Dengan mengenakan pakaian layaknya
permaisuri kerajaan, wanita itu memperkenalkan diri sebagai Ratu Pantai
Selatan, sang penguasa pantai selatan. “Sosok ibu ratu itu cantik,” aku
Naomi.
Pada pertemuan antara keduanya, Sang Ratu banyak berpesan kepada Naomi. “Saya nggak boleh sombong, nggak
boleh memihak,” ujar Naomi dengan polosnya. “Ibu Ratu itu penguasa
pantai Selatan, tapi Nyi Roro Kidul itu adalah orang yang mengorbankan
dirinya ke laut,” tutur Naomi menjelaskan. Menurutnya pula, sosok yang
kerap memakan korban di pantai itu bukanlah Ratu Kidul melainkan Nyi
Roro Kidul dan Nyi Blorong, yang juga menguasai beberapa daerah di
sepanjang pantai Selatan. “Ibu Ratu itu muslim loh, sebangsa
jin,” ujar Naomi yang tak bisa menulis tangan ini. Pertemuan dengan Ibu
Ratu tak hanya berlangsung sekali saja, tapi sempat terjadi beberapa
kali. Bahkan Naomi mengaku bahwa ia sendiri sudah diaku sebagai anak
oleh sosok Ratu Kidul.
Tumbal Pantai Selatan
Tengggelamnya kapal imigran asal Timur Tengah di Pantai Prigi, Watu Limo Trenggalek, Jawa Timur, menyisakan cerita mistis yang mengerikan. Katanya, mereka yang jadi korban tenggelam itu telah jadi tumbal kerajaan gaib Pantai Laut Selatan.
Tengggelamnya kapal imigran asal Timur Tengah di Pantai Prigi, Watu Limo Trenggalek, Jawa Timur, menyisakan cerita mistis yang mengerikan. Katanya, mereka yang jadi korban tenggelam itu telah jadi tumbal kerajaan gaib Pantai Laut Selatan.
Tenggelamnya kapal fiber yang
ditumpangi 215 imigran itu kemungkinan karena pengaruh cuaca buruk.
Sebagian lagi menyebut karena jumlah penumpang yang over kapasitas,
dimana seharusnya kapal hanya mampu menampung 100 orang penumpang.
Tapi
semua tudingan ini ternyata di mentahkan oleh sejumlah spiritualis.
Salah satunya, spiritualis bernama Mochammad Mukayani, asal Blitar, Jawa
Timur. Menurut Mukayani, apa yang terjadi dengan kapal itu tak lepas
dari pengaruh Bulan Suro yang sangat sakral bagi masyarakat Jawa. “
Karena memang di bulan inilah, Kanjeng Nyi Roro Kidul selalu punya gawe.
Jadi mereka memang sengaja ditumbalkan,” ujar Mukayani kepada KISAH
NYATA. Mukayani bahkan menyebut, kematian ratusan imigran gelap yang
berencana mencari suaka politik ke Australia itu jauh-jauh hari sudah
bisa diketahui sebelumnya. Sebagai seorang spiritualis, Mukayani pernah
melakukan dialog dengan Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Selatan. Dialog
diadakan di Pantai Tambak, Blitar Selatan. Dalam pertemuan gaib itu, Nyi
Roro Kidul tidak tampak seperti biasanya. Dia sedih dan terlihat
murung.
“Beberapa kali saya tanya ada apa Kanjeng
? Tapi beliaunya tidak langsung menjawab. Masih tetap diam dan terlihat
sedih," kata Mukayani, yang mengaku sempat heran melihat keadaan Nyi
Roro Kidul yang tidak seperti biasa.
Tak lama
kemudian, Nyi Roro Kidul bercerita. Dihadapan Mukayani, dia mengatakan,
jika dalam waktu dekat akan ada tsunami yang bakal menghancurkan
sebagian wilayah pesisir Selatan Jawa. “ Katanya, tsunami ini akan lebih
dahsyat dari tsunami di Aceh tahun 2004,” ujarnya. Untuk mencegah
tsunami dahsyat, maka Nyi Roro Kidul membutuhkan jumlah tumbal yang juga
besar. Artinya tumbal nyawa manusia yang lebih banyak dari biasanya.
“Karena setiap Bulan Suro pasti ada tumbal, pasti ada orang yang tewas
di Laut Selatan. Tapi khusus untuk saat ini, Nyi Roro Kidul minta tumbal
yang banyak untuk menahan tsunami agar jangan sampai terjadi,” terang
Mukayani.
Mendengar ucapan Nyi Roro Kidul,
Mukayani sempat miris. Dia tak tega jika akhirnya harus banyak nyawa
yang terbuang. Oleh sebab itulah, dia sempat menawarkan agar Nyi Roro
Kidul mengganti tumbal manusia dengan yang lainnya. “Tapi waktu itu
beliau menolak. Katanya,tanpa tumbal manusia,maka tidak akan mampu
menahan gemburan tsunami. Sebab,nantinya korban itu akan diletakan
ditempat-tempat khusus untuk menjaga terjangan ombak,”kata Mukayani yang
pernah dinobatkan sebagai supranatural terbaik tahun 2008 ini.
Hasil
pertemuan ini akhirnya membuat Mukayani sedih. Sebab kenyataannya,Nyi
Roro Kidul tetap tidak bergeming.Dia tetap ingin menumbalkan manusia
dalam jumlah besar. Karena kehabisan akal,akhirnya Mukayani
menyerah.Tapi satu hal lagi,saat itu dia sempat meminta,agar Nyi Roro
Kidul tidak mengambil nyawa masyarakat pribumi.Dia berharap,tumbal yang
akan dikorbankan nantinya adalah orang-orang asing di luar
Indonesia.”Saya bilang kepada beliau,carilah orang yang ada diluar
sana,jangan warga sendiri.Dan akhirnya dia memilih para imigran gelap
asal Timur Tengah itu.”
Jadi apa yang terjadi
dengan kematian para imigran gelap dari iran itu memang sudah saya
prediksi sebelumnya,”terang Mukayani,yang mengaku senang akhirnya Nyi
Roro Kidul menepati keinginannya.
TUMBAL SUSULAN
Begitulah.
Apa yang sempat dibicarakan Mukayani dengan Nyi Roro Kidul,benar-benar
terjadi.Sabtu,17 Desember 2011 pukul 15.00 WIB,kapal fiber yang
ditumpangi 215 imigran gelap asal Timur Tengah,porak poranda diterjang
ombak Laut Selatan,setinggi 10 meter. Peristiwa ini,sontak menewaskan
ratusan penumpangnya.Mereka kocar-kacir,dibawa arus ombak.Beberapa
diantaranya ditemukan selamat.Tapi sebagiaan lagi tewas
mengenaskan.Bahkan banyak diantaranya yang ditemukan dalam keadaan tubuh
sudah membusuk dan rusak. “Malah ada yang sudah tidak bisa dikenali
lagi,karena beberapa bagiaan tubuhnya hilang dimakan ikan,”tutur
Mukayani. Dari kacamata spiritual,menurut Mukayani,para imigran gelap
yang tewas ini,ternyata sudah menjadi penghuni alam gaib di kerajaan Lau
Selatan.Beberapa diantaranya,kini telah menjadi pasukan Nyi Roro Kidul
yang ditempatkan di beberapa wilayah untuk menjaga agar tidak terjadi
tsunami. Mereka menjaga wilayah pesisir,mulai Pantai Pangandaran
Cilacap,hingga beberapa pantai di Bali.Tentunya dengan pakaian lengkap
ala kerajaan.”Jadi mayatnya ditemukan dalam keadaan utuh atau tidak,itu
sebenarnya tak ada gunanya.Sebab mereka sudah hidup di alam gaib,
menjadi penghuni Kerajaan Laut Selatan,”tukas Mukayani,yang tak
bermaksud mengecilkan semangat para tim SAR yang masih terus melakukan
pencarian ke beberapa tempat di laut Selatan.
Belum
lama ini Mukayani juga sempat melakukan dialog kembali dengan Nyi Roro
Kidul.Dan waktu itu penguasa Laut Selatan merasa senang. “Yang pertama
senang karena dapat tumbal sesuai jumlah yang diinginkan.Selain itu juga
senang karena jauh melebihi ukuran tubuh warga pribumi.Bahkan mereka
kini dijadikan pasukan inti di Kerajaan Laut Selatan,”tandasnya. Meski
saat ini tumbal sudah didapatkan,namun bukan berarti Nyi Roro Kidul
berhenti untuk mencari tumbal baru.Karena itulah,Mukayani meminta agar
masyarakat,khususnya para nelayan dan warga pesisir berhati-hati,agar
tidak menjadi tumbal susulan berikutnya. “Kodisi alam,khususnya Laut
Selatan,sekarang ini masih belum stabil.Oleh sebab itu,masyarakat saya
harap tetap waspada.Jika memang harus ke laut karena pekerjaan,seperti
misalnya nelayan,supaya berhati-hati.Dan ingat,jangan berkata-kata tidak
pantas atau melamun,saat berada di laut,kalau nggak ingin celaka,”pesan
Mukayani.
LARUNG SESAJI
Selain
meminta masyarakat waspada,Mukayani juga berharap kepada para
pemerintah daerah,khususnya di wilayah-wilayah yang dilalui Laut
Selatan,untuk memberikan tumbal sesaji.”Sekarang ini jarang sekali
dilakukan acara larung sesaji.Padahal itu sangat penting.Tujuannya,agar
warga di pesisir,mendapat perlindungan dari Nyi Roro Kidul,jika
sewaktu-waktu alam murka seperti ini,”ujarnya. Upacara larung sesaji
sendiri,diakui Mukayani sebenarnya sudah menjadi tradisi turun temurun
bagi masyarakat Jawa.Namun sejak beberapa tahun terakhir,acara sakral
ini mulai ditinggalkan oleh sejumlah daerah. “Bentuk upacara larung
sendiri bermacam-macam.Tapi umumnya menggunakan kepala kerbau yang
diberi beberapa piranti ritual lainnya.Semua itu kemudian dilarungkan ke
laut,sebagai wujud persembahan kepada Nyi Roro Kidul,yang menjadi
penguasa gaib di Kerajaan Laut Selatan,”terang Mukayani,seraya
menambahkan jika acara seperti ini seharusnya rutin dilakukan setiap
memasuki Bulan Suro,pada penanggalan Jawa.
Nahh hanya itu yg saya ketahui yg pasti ddari berbagai sumber di Google tentang adanya Mitos tentang Ratu Penguasa pantai selatan yg kisah nya fenomenal Sepanjang masa baik di Indonesia maupun Manca Negara,
waulahualam Semua kembali ke kepercayaan masing-masing namun yang perlu di ingat Tiada daya dan kekuatan yg besar kecuali Kekuatan Tuhan yang maha esa,,!! saya akhiri wassallamualaikum.Wr.Wb salam sejahtera tuk semuanya Good bye,!!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar